Senin, 05 September 2011

Warning! : Don't Like Don't Read! (?)

oke, hari ini saya mau curhat gaje ._.v
tentang apa?
kalian kayak g kenal aku aja :3
tentu aja soal Ryuu si naga penakluk hatikuuh~~ #plak

jadi, aku sering bingung.. kenapa sih aku bisa sebegitu sukanya sama seorang Morimoto Ryutaro?

etto, waktu itu ichiban saya di Hey Say Jump sebenernya Yamada Ryosuke.. tapi setelah liat foto ini:

Aku jadi doki doki tomaranai g brenti-brenti -___-
yah, aku jatuh cinta sama dia begitu aja.. maaf ya Yama-chan >/\<
dan semakin lama aku jadi tambah cinta sama Ryuu.. ;_;

aku sempet jatuh cinta sama Daiki, tapi.. begitu liat Ryuu lagi, wajah Arioka Daiki hilang dengan cepat.
aku juga udah banyak liat banyak cowok ganteng kayak Kazunari Ninomiya
 
atau Kikuchi Fuma
 

atau Kamiki Ryunosuke
#nosebleed

ada juga Nakajima Kento

 Kanata Hongo juga..

dan masih banyak lagi~ #bletak!

tapi.. setelah itu.. saya kembali doki doki tomaranai g brenti-brenti sampe kebawa mimpi ketika liat wajah Ryuu yang begitu -ehem-mempesona-ehem- O////O
sampe saya nangis 2 hari 2 malem nonstop waktu denger scandalnya Ryuu QwQ
dan sampai sekarang akupun jadi sensitif banget kalo ada yg bilang "Ryutaro"
aneh, kadang aku bisa gila jerit-jerit namanya sambil keliling kampung, tapi kadang juga nangis lagi inget dia.. gimana dia sekarang.. lagi apa.. udah makan belum ya.. dia baik-baik aja kaan..
Summary 2011, hari yg menyesakkan. membayangkan Ryutaro yang g bisa ikut konser tu.. membayangkan aja udah sedih, apalagi liat kenyataannya? .__.

tapi aku percaya sama dia, dia pasti bisa menjadi pribadi yg lebih baik setelah balik ke HSJ nanti :)

kita menangis, tersenyum, berdoa, dan menyemangatimu, tidakkah itu kurang? kita selalu mencintaimu, ne! kita selalu menunggumu.
Menunggu saat kau kembali bergabung bersama keluargamu, Hey! Say! Jump.. dan para fansmu!

termasuk aku, yg ichibannya adalah Ryuu ._.
aku mencintaimu, Ryuu~~! :'))

Ganbaretsugo! Ganbaretsugo!
I want u! I need u! Yeah kanpeki knock out!
U're so cool! Take it true!
Ganbaretsugo!

Morimoto Ryutaro, I Love U~




Suzuka Hotaru deshita !

Kokoro no Uta Part 4 - The Last

Title : Kokoro no Uta
Author : Ffe Marionette
Genre : Romance, Friendship
Cast : Morimoto Ryutaro, Suzuka Hotaru, Fukuda Kanon, Kikuchi Fuma
Summary : Kisah cinta yang rumit antara keempat anak diatas :p

oiya, tulisan italic berarti flashback =))

“Ryu, kapan kau akan mengatakannya?” tanya Kanon pada Ryu yang sedang berdiam diri di kelas setelah ia selesai piket.

“Kau bilang hari ini kan?” kata Kanon lagi.
“Ya, kita sudah janjian akan bertemu di gerbang..” jawab Ryutaro sembari tersenyum.
“Hm? Lalu kenapa kau kelihatan tak bersemangat?”
“Aa.. tidak, tidak apa-apa kok. Yasudah, aku pergi dulu ya.” Kata Ryu sembari berjalan ke arah pintu. Ia berhenti sejenak dan berpaling menatap Kanon.
“Ganbatte, ne. Ryu-chan.” Kanon memberi semangat. Ryu tersenyum tipis dan melangkah pergi.

“Hota-chan dimana ya..?” gumam Ryu mencari keberadaan Hotaru.

“Hota-chan..? Hota-chan, kau dimana?” Ryu memanggil-manggil. Tidak ada jawaban.

“Hota-chan, ini tidak lucu. Ada hal penting yang harus kubicarakan.” Tetap tak ada jawaban. Teleponpun tidak diangkat. Jalanan sudah mulai sepi.

Ryu sudah menunggu selama 1 jam disana, namun tetap saja tidak ada tanda-tanda kehadiran Hotaru. Ryutaro mulai cemas. Ketika hendak mencoba untuk menelepon Hota lagi, Ryu menyadari bahwa baterai ponselnya habis. Ia takut jika pulang nanti Hotaru malah datang. Tetapi setelah beberapa menit berpikir, Ryutaro memutuskan untuk pulang, siapa tau Hotaru ternyata sudah ada di rumah.

“Tadaima..” seru Ryu sesampainya di rumah.
“Okaeri, Ryu.. aah.. kupikir kau bersama dengan Hota-chan..” sambut okaasan dengan raut wajah cemas, matanya merah sepertinya habis menangis.
“Aku tidak bertemu dengannya, ada apa kaasan? Kenapa menangis..?” tanya Ryutaro bingung. Okaasan tak menjawab dan tetap menangis.

“Kaasan.. ada apa dengan Hota..?” Ryutaro langsung memahami keadaan.

“Dia..—“

-----------------------


“Ryu..” Kanon berdiri disamping Ryu yang tengah menunduk gelisah.

“Terlambat.. Sudah terlambat..” desis Ryu dengan begitu pelan, air matanya menetes begitu saja.
“Kemarin aku ingin memberitahumu, tapi ponselmu tidak aktif.. jadi aku menelepon ke rumahmu.. Ryu..” Kanon menepuk-nepuk punggung Ryutaro, berharap rasa sedih lelaki itu bisa berkurang walaupun ia tau tak akan semudah itu.

“Dia.. tertabrak truk yang melintas ketika hendak memotong jalan di tikungan.. Sepertinya dia pergi ke Pet Shop dulu karena tangannya menggenggam bungkusan berisi makanan.. hamster.” Jelas Kanon lagi.
“Salahku, sudah pasti ini salahku.. Kalau saja aku tidak datang terlambat.. seandainya aku datang lebih cepat, mungkin dia tidak akan..” kata Ryu terbata.
“Sssh, ini bukan salahmu.. jangan salahkan diri sendiri seperti itu..” Kanon berusaha membujuk.
“Aku.. aku.. perasaanku tidak akan pernah tersampaikan selamanya..” Ryutaro memandang bunga lili putih yang digenggamnya sejak tadi.
“Ryu.. Ayo, saatnya memberikan bunga.. untuk perpisahan terakhir.” Ajak Kanon tetapi Ryutaro menepis lengan Kanon.

“Perpisahan terakhir..? Aku tidak ingin ada perpisahan terakhir..” Ryu menghapus air matanya. Kanon hanya diam, menunggu kelanjutan kalimat darinya.

“Sayonara wo suru maeni.. watashitachi kara kimi e.. kansha no kimochi ni, magokoro wo komete.. todoketai yo.. kono uta.. kyou kimi to watashitachi ga.. ikutsu yume wo mita darou.. kazu kazu no bamen, ironna omoide.. zenbu hikari kagayaku with you..” Ryutaro menyanyi pelan sembari meletakkan bunga di sisi jenazah Hotaru.

“Suzuka Hotaru.. aishiteru..” kata Ryutaro sembari mengelus lembut pipi Hotaru yang terasa begitu dingin. Kanon tak dapat menahan rasa harunya, ia menangis ketika Ryutaro mencium Hotaru yang sudah tak bernyawa.

“Semoga lagu ini dapat tersampaikan padamu di alam sana..” bisik Ryutaro di telinga Hotaru.

---------------------------

3 years later..

“Ryutaro!” seseorang berteriak memanggil Ryutaro yang sedang asyik bermain NDS di taman kampus. Rupanya kebiasaan lamanya belum juga hilang. Lelaki itu menoleh dan mendapati seorang gadis, Kanon, sedang berlari kecil menghampirinya.

“Maaf lama menunggu.” Kata Kanon sembari ikut duduk di samping Ryutaro.
“Tidak apa-apa kok.” Ryu tersenyum pada kekasihnya itu.
“Etto.. kore.” Kanon menyodorkan sebuah buku tebal kepada Ryutaro.
“Apa ini?” tanya Ryutaro bingung. Ia menerimanya dan mengamati buku yang bersampul warna biru muda itu.
“Buku harian.. milik Hotaru. Kau harus membacanya,” jawab Kanon. Ryutaro terdiam sejenak.
“Nande..?” kata Ryutaro akhirnya.
“Karena aku yakin dia pasti sangat ingin kau membacanya.” Jelas Kanon sembari menyunggingkan senyuman tipis. Ryutaro menatap lama buku harian itu.

----------------------------

Ryutaro duduk di depan meja belajarnya dan mengeluarkan buku harian milik Hotaru dari tasnya. Perlahan ia membuka satu persatu setiap halaman yang ada disitu. Dadanya mulai menyesak ketika membacanya, untuk yang kesekian kalinya air matanya menetes.




2 Juli

Saat yang paling aku nantikan adalah ketika pulang sekolah. Karena Ryutaro akan menggenggam tanganku dan kami berdua akan berjalan pulang bersama. Tadi aku berkata padanya bahwa sekarang dia sudah menjadi lebih kuat dari yang dulu. Hihihi, aku sempat geli mengingat dulu dia selalu ada dibelakangku minta perlindungan. Tapi sekarang malah terbalik, dialah yang selalu ada didepanku, melindungiku. Yaampun, sekarang dia tinggi sekali! Dan semakin tampan tentunya, hahaha.. Ya, aku sangat menyukainya. Besok aku akan menyatakan perasaanku padanya. Aku jadi deg-degan..




3 Juli

Fuma memintaku untuk membantunya menembak Kanon, gadis dari kelas sebelah. Ketika aku jawab iya, dia langsung memelukku! Ah, semoga Ryutaro tidak melihatku! Aku malu sekali.. Tapi setelah itu, setiap kali aku mengajaknya bicara, dia selalu ketus menjawabnya. Sepertinya dia marah padaku, tapi kenapa? Apakah aku sudah melakukan kesalahan? Aah.. aku tidak tau apakah aku tetap akan menyatakan perasaanku padanya atau tidak.. bagaimana ini??


6 Juli

Sekarang Ryutaro begitu dekat dengan Kanon. Rasanya sedikit miris. Apalagi setelah aku melihat mereka sedang duduk berdua seperti itu.. Ryutaro juga semakin ketus padaku.. Aku jadi tidak berani bertemu dengannya.. Apakah aku ini seorang pengecut..? Mungkin Ryu memang menyukai Kanon, apa boleh buat.. Aku akan bicara dengan Fuma besok..


8 Juli

Tidak kusangka, hari ini aku membolos. Aku malas sekali datang ke sekolah, karena aku akan bertemu dengannya. Wajah itu, Ryutaro. Wajah orang yang sangat kucintai, tapi ternyata ia sama sekali tak mempunyai perasaan sepertiku. Aku melihatnya menembak Kanon di taman kemarin. Oke, aku bisa menerimanya. Tapi sepertinya dia sudah tak mau menganggapku sebagai sahabatnya lagi. Bahkan dia tak pernah mengajakku makan siang bersama lagi.  Itu sungguh menyesakkanku. Tapi bagaimanapun juga aku akan tetap menyukainya.


9 Juli

Hari ini aku masuk ke sekolah dan mencoba bicara dengan Ryutaro. Tapi hasilnya sama saja, dia tetap ketus padaku. Dan ternyata penyebabnya adalah dia mengira bahwa aku pacaran dengan Fuma! Yaampun Ryu, kenapa kau bisa kepikiran seperti itu?? Kau tak mau mendengarkanku?? Tak apa jika kau lebih menyukai Kanon daripada aku, tetapi setidaknya tetaplah menganggapku sebagai sahabatmu. Karena aku.. sungguh-sungguh mencintaimu. Aku rela kau bersama Kanon asal kau bahagia. Kanon memang jauh lebih baik dariku, dia cantik dan juga pintar. Sedangkan aku? Aku hanyalah seorang gadis tomboy yang sikapnya seperti preman. Aku tau tentang hal itu, aku sangat mengerti.


10 Juli

Ryu bilang dia ingin bicara denganku. Aku senang sekali. Kira-kira apa ya yang ingin dia sampaikan padaku? Tidak sabar!



Ryutaro menutup buku harian itu dan menangis sejadinya, menyesali kebodohannya 3 tahun yang lalu. Kanon benar, Hotaru selalu mencintainya. Namun setidaknya ia tak menyesali perasaannya dulu. Ia tak menyesal pernah mencintai Hotaru. Ia juga tak menyesal telah menjadi sahabatnya. Justru ia merasa beruntung karena pernah merasakan genggaman lembut dari sahabat yang dicintainya selama bertahun-tahun itu. Walaupun kini genggaman itu sudah menjadi kenangan. Kenangan yang begitu indah.

Ryutaro menghapus air matanya. Dalam hati ia berjanji akan membahagiakan Kanon, demi Hotaru.

Ia membuka halaman terakhir buku harian itu dan menemukan sebuah foto yang dibaliknya terdapat beberapa kalimat yang membuatnya tersenyum haru.

Aku dan Ryutaro, sahabatku, cinta pertamaku.”
“Aku senang Ryutaro mau bersahabat denganku.”
“Aku menyanyikan sebuah lagu untuk sahabatku, Ryutaro. Lagu dari hatiku untuknya. Apakah dia bisa mendengarnya?”

“Ya, aku bisa mendengarnya lho.. Bagaimana denganmu? Apakah kau juga bisa mendengarkan lagu dari hatiku untukmu, Suzuka Hotaru? Sahabat pertamaku, cinta pertamaku.. Aku selalu mencintaimu.”




~OWARI~



Membayangkan diri sendiri mati itu sungguh menakutkan ya.. #plak #salah

Comment are love yaaaaaa :D

Kokoro no Uta (Part 3/?)

Title : Kokoro no Uta
Author : Ffe Marionette
Genre : Romance, Friendship
Cast : Morimoto Ryutaro, Suzuka Hotaru, Fukuda Kanon, Kikuchi Fuma
Summary : Kisah cinta yang rumit antara keempat anak diatas :p

oiya, tulisan italic berarti flashback =))
“Ryutaro, Fuma mencarimu.” Seru Juri pada Ryu yang sedang asyik berkutat dengan NDS yang entah bagaimana caranya berhasil ia bawa ke sekolah.
Ryutaro menghampiri Fuma yang menunggu di depan pintu kelas.

“Ada apa?”
“Kau.. apa kau tau kenapa hari ini Hotaru tidak masuk sekolah?” tanya Fuma dengan nada cemas. Ryutaro mengernyitkan dahinya. Tidak masuk sekolah?

“Mana kutahu? Aku bukan pacarnya, ne? Bukankah pacarnya itu kau? Oh iya, kalau begitu aku titip Hota ya.” Jawab Ryu cepat dan segera meninggalkan Fuma.

“Ah, ternyata begitu. Ryu, kami itu—“ kalimat Fuma yang belum selesai diucapkan itu tidak digubris oleh Ryu. Fuma yang merasa kesal langsung pergi mencari Kanon, orang yang paling dekat dengan Ryu akhir-akhir ini.
Setelah mencari di beberapa tempat, akhirnya Fuma menemukan gadis itu di atap sekolah.

“Ano Fukuda-san..” panggil Fuma sedikit gugup. Kanon menoleh dan tersenyum pada Fuma. “Ada apa?” tanya Kanon penasaran.

---------------------------

Keesokan paginya..

“Ryu-chan..” panggil Hotaru ketika melihat Ryutaro berjalan sendirian di koridor sekolah.
“Hm?”
“Apa.. kau marah padaku?” tanya Hotaru. Ryu menatap gadis itu. Hota terlihat bersungguh-sungguh.
“Iie.” Jawab Ryutaro singkat dan memalingkan tubuhnya hendak pergi.
“Bahkan anak kecil pun tau kalau kau sedang berbohong.” Kata Hotaru yang menghentikan langkah Ryu.
“Nande yo? Kau sudah tak menganggapku lagi kan? Aku tidak melarangmu pacaran dengan siapa saja, tapi hal itu membuatmu melupakanku. Bahkan kau tidak memberitahuku kalau jadian dengan Fuma. Sudahlah, aku malas mendengar penjelasanmu, karena semuanya sudah jelas.” Kata Ryu panjang lebar dan kembali melanjutkan langkahnya.

Hotaru terdiam dan sesaat kemudian berbisik pada dirinya sendiri, “Jadi begitu ya.. Ryu.. ternyata kau berpikir seperti itu.. Bukankah justru kau yang—“
“Hota-chan!” Fuma muncul tiba-tiba dan menepuk pundak Hotaru dengan semangat.
“Ya?”
“Hota-chan, aku sudah...”

-----------------------------

“Kanyon,” Ryu mendatangi Kanon yang duduk santai di atap sekolah.
“Ryutaro..”
“Kanyon.. ada yang ingin kukatakan..”
“Ada apa? Katakan saja.”
“Kanon.. yah, kau mengerti kalau aku.. tidak menyatakan perasaanku pada Hota.. karena aku.. mulai.. yah, aku mulai menyukaimu.. maukah kau.. menjadi pacarku?” kata Ryutaro gugup. Kanon tertegun, kaget.

“Ryu-chan, aku—“
“Aku tidak menjadikanmu pelarianku kok, aku.. sudah melupakan Hotaru.” Jelas Ryutaro, takut membuat Kanon salah paham.
“Tapi Ryu-chan.. aku tidak bisa..” jawab Kanon.
“Kenapa?”
“Karena aku.. adalah pacar Fuma..”
“Hah?”




“Ano.. Fukuda-san..”
“Panggil Kanon saja tidak apa-apa kok.”
“Ah, iya.. Kanon, aku ingin memberitahumu sesuatu. Tentang Hotaru dan Ryu.”
“Hm?”
“Kau pasti tau kalau.. Ryu menganggapku.. jadian dengan Hotaru. Itu.. sebenarnya kami tidak begitu kok..”
“Oh ya? Sudah kuduga.. Tapi Ryu tak mau mempercayainya.. karena dia melihatmu berpelukan dengan Hotaru.”
“Ah, itu..itu hanya refleks saja kok, karena dia mau membantuku untuk menyatakan perasaanku pada.. orang yang kusukai.”
“Aah, souka..”
“Sebenarnya Hotaru.. juga menyukai Ryutaro sejak lama.. Lalu.. ada satu lagi yang ingin kutanyakan. Apa kau dan.. Ryu itu.. pacaran?”
“Hahaha, tentu saja tidak. Aku sama denganmu lho, hanya ingin membantunya menyatakan perasaannya pada Hotaru. Tapi setelah itu dia menyerah begitu saja. Karena dia itu penyendiri, aku ingin menemaninya agar dia tidak merasa sedih lagi. Kenapa kau bertanya tentang hal itu , Fuma?”
“Aaa.. tidak, itu.. karena.. aku.. yea, orang yang kusukai itu.. adalah kau. Apa kau mau jadi pacarku, Kanon?”
 

“Fuma..?”


“Tapi sejak kapan, Kanyon??” tanya Ryu bingung.
“Tadi.. dia barusaja menembakku.” Jelas Kanon.
“Dengan Fuma..? Lalu Hotaru—“
“Fuma sudah menjelaskan semuanya padaku. Mereka tidak pacaran, Ryu.. Hotaru.. Dia hanya menyukaimu…” kata Kanon lagi.

“Hotaru..?”

“Ryu, perasaanmu padaku hanyalah rasa suka yang bersifat sementara. Aku yakin itu. Mana mungkin kau yang sudah bertahun-tahun mencintai Hotaru secara tiba-tiba beralih padaku dengan waktu yang begitu singkat? Dan aku juga yakin.. dalam hatimu yang terdalam, kau masih mencintai Hotaru..”
“Benarkah..?”
“Ya, kau bodoh..”
“Kanyon, jangan berkata seperti itu padaku..!”

“Katakan. Katakan pada Hotaru bahwa kau masih mencintainya.”

~Tu bi kontinyu~

Kamis, 07 Juli 2011

Kokoro no Uta (Part 2/?)

Title : Kokoro no Uta
Author : Ffe Marionette
Genre : Romance, Friendship
Cast : Morimoto Ryutaro, Suzuka Hotaru, Fukuda Kanon, Kikuchi Fuma
Summary : Kisah cinta yang rumit antara keempat anak diatas :p

oiya, tulisan italic berarti flashback =))

Kokoro no Uta (2)

“Ryu-chan..” Hotaru berjalan menghampiri Ryutaro.
“Hm?” Ryu menoleh pelan. Entahlah, suasana hatinya sedang tidak enak sekarang.
“Anoo.. mungkin.. mungkin mulai hari ini aku akan pulang dengan—“ kata-kata Hota terpotong, “Fuma? Oke, tak apa kok.” Ryu memalingkan wajahnya, sedikit kesal.

“Ryu, itu..”
“Daijobu. Santai saja.” Kata Ryu lagi sambil mengusap kepala Hota dan kemudian berjalan pergi meninggalkan gadis itu.

Ryu duduk di bangku taman sekolah yang sepi. Taman yang memang tak selalu ada pengunjungnya itu menjadi tempat favorit Ryu untuk menyendiri. Ia terdiam menatap langit yang begitu cerah. Indah sekali. Sebuah tepukan lembut di bahu kirinya membuatnya menoleh secara naluriah. Kanon.
Gadis ini lagi, pikir Ryutaro. Padahal ia sedang ingin sendirian.

“Bagaimana?” tanya Kanon seraya ikut duduk disamping Ryu.
“Apanya?” Ryu bertanya balik.
“Tentu saja tentang Hotaru..” jelas Kanon. Ryu tersenyum kecut dan kembali mendongakkan kepalanya.
“Entahlah, sepertinya aku.. kau tau, aku.. tidak akan mengatakannya padanya.” Kata Ryu kemudian.
“Ryu, ayolah. Tatap aku.” Kata Kanon sembari memegang pipi ryu dengan kedua tangannya, memaksanya untuk melihatnya.

“Ryu..” Ryu merasakan sesuatu yang berbeda saat Kanon menyentuhnya, dan.. wajahnya begitu dekat dengan wajah gadis itu.
“Ikuti kata-kataku.” Pinta Kanon. “Aku.. pasti.. bisa.. mengatakannya.” Ucap Kanon perlahan dan Ryu pun mengikutinya.
“Ne? Kau harus percaya diri.” Katanya lagi.
“Nande?”
“Hm?”
“Kenapa kau mau membantuku?”
“Karena.. aku tak ingin membuatmu murung lagi. Dan aku percaya bahwa mereka berdua belum pacaran.” Kanon menyunggingkan sebuah senyuman. Ryutaro terdiam.

“Ryu, aku tau Hotaru juga menyukaimu.” Kanon menggenggam erat kedua tangan Ryutaro untuk memberi semangat. Tapi ia tidak menyadari bahwa, yah.. tindakannya ini membuat Ryu sedikit.. tertarik padanya.
Ryu pun teringat akan genggaman itu, genggaman milik sahabatnya dulu..


“Ryu-chan, hati-hati! Nanti kau bisa jatuh!” Hotaru terus memanggil-manggil nama Ryu yang berusaha mengambil topinya yang diterbangkan angin di tepi jurang.
“Tapi topimu tersangkut! Jangan khawatir! Aku bisa—“ Ryutaro salah mengambil pijakan dan tangannya menggapai udara kosong..
“RYU-CHAAN!!” Hotaru menggenggam erat tangan Ryutaro agar jangan sampai terjatuh lebih dalam.
“Lepaskan tanganmu! Kau bisa ikut jatuh!” Ryutaro tak ingin mencelakakan Hotaru juga. Sudah cukup ia saja yang terjatuh. Ryu berpikir bahwa lebih baik jika dirinya mati daripada Hota yang harus mati.
“Tidak akan kulepaskan!” Hotaru mempererat genggamannya dan berteriak meminta tolong.





Ryutaro masih terdiam menatap wajah lembut Kanon. Ia memalingkan wajahnya cepat, sadar bahwa sekarang pipinya tengah merona.
“Ryu..”
“Aku.. tidak akan mengatakannya.” Kata Ryu akhirnya. Kanon tampak terkejut, tetapi kemudian ia mengangguk.
“Yasudah kalau begitu.. daijobu, tapi berjanjilah padaku untuk tidak murung lagi. Tetaplah menganggap Hota sebagai sahabatmu, dia membutuhkanmu, jangan tinggalkan dia.” Pesan Kanon sembari memeluk Ryu. Lelaki itu tertegun dan sesaat kemudian ia membalas pelukan itu. Hangat, pelukan itu terasa begitu hangat.


“Ryu..—“


Ryu berjalan dengan malas menuju kelasnya pagi itu. Ketika melewati kelas Hota, ia bisa melihat dengan jelas bahwa gadis itu sedang asyik mengobrol dengan Fuma.
“Sepertinya dia sudah benar-benar melupakanku. Bahkan tadi pagi dia berangkat duluan tanpa bilang padaku..” gerutu Ryu dalam hati.
“Kalau kau berniat melupakanku, akupun juga akan melupakanmu.” Pikirnya lagi seraya meletakkan tasnya di meja.

“Ohayou Ryu-chan.” Sapa Kanon yang duduk di sebelahnya.
“Ohayou Kanyon.” Balas Ryu singkat.
“Oh iya tadi Hota mencarimu..” kata Kanon.
“Ah, iya tadi sudah ketemu kok.” Kata Ryu berbohong. Ia tak ingin mendengar tentang Hotaru untuk sementara ini.
Kanon tersenyum padanya dan Ryu membalas senyuman itu. Begitu menyenangkan melihat Kanon yang sedang tersenyum. Wajahnya yang lucu jadi terlihat begitu menggemaskan.

“Ya, akupun akan melupakanmu, Suzuka Hotaru..” kata Ryu dalam hati.
Saat makan siang, Ryu mengajak Kanon untuk makan bersama.
“Tidak mengajak Hota?” tanya Kanon. Ryu menggeleng dan berkata, “Iie, dia sudah bersama teman-temannya.”

“Hontou?” Kanon melirik ke arah pintu kelas dan kemudian memandang Ryu dengan bingung.

“Ryu, kau berjanji padaku agar tetap bersahabat dengan Hota, ne?” Kanon menatap Ryu yang sudah mulai menyantap bentonya.
“Tentu saja. Bagaimanapun juga selamanya ia akan tetap menjadi sahabatku.” Jawab Ryutaro santai.


~suzuku~

Selasa, 05 Juli 2011

Kokoro no Uta (Part 1/?)

Title : Kokoro no Uta
Author : Ffe Marionette
Genre : Romance, Friendship
Cast : Morimoto Ryutaro, Suzuka Hotaru, Fukuda Kanon, Kikuchi Fuma
Summary : Kisah cinta yang rumit antara keempat anak diatas :p

oiya, tulisan italic berarti flashback =))
Kokoro no Uta
    
“Hota-chan ayo pulang..” kata Ryu dari arah pintu kelas.
“Hai, chotto..” Hotaru segera membereskan buku catatannya dan kemudian berlari kecil menghampiri sahabat karibnya. Ryu menggandeng tangan Hota dan berjalan pulang bersama.

Sepanjang perjalanan seperti biasa mereka mengobrol panjang lebar. Mereka berbeda kelas, tetapi berangkat dan pulang sekolah selalu bersama-sama dan saat istirahat pun mereka selalu berdua. Persahabatan itu dimulai ketika Hotaru menolong Ryutaro yang sedang diganggu anak-anak nakal.

“Cup cup, anak laki-laki tak boleh menangis!”
“Tapi aku takuut…”
“Kalau begitu, mulai sekarang aku akan menjagamu!”

Begitulah, memang dulu saat masih kecil Ryutaro itu lemah dan sering diganggu, hingga ia bertemu dengan Hotaru yang kelakuannya seperti preman, ia bertekad untuk menjadi lebih kuat dari Hota agar kelak bisa melindunginya. Ia tak ingin dilindungi olehnya lagi, ia tak mau terlihat lemah.

“Ryu-chan, terimakasih sudah mau menjadi sahabatku..” kata Hotaru tiba-tiba. Ryutaro tersenyum tipis mendengarnya dan kemudian mengacak pelan rambut gadis itu. “Tentu saja.” Katanya pelan.

“Ngomong-ngomong, kau ini tinggi sekali ya! Sial, padahal dulu kau itu pendek sekali! Bahkan aku lebih tinggi darimu! Tapi lihatlah kau sekarang.” Hotaru tersenyum memandang sahabatnya yang sekarang terlihat berbeda.

“Kau sudah lebih kuat dariku, Ryu.. Tapi.. apakah kau tetap mau untuk bersahabat denganku?” tanya Hota. Ryutaro tertawa pelan dan merangkul pundak Hotaru. “Kau bodoh, tentu saja aku tak keberatan untuk terus menjadi sahabatmu.” Jawab Ryutaro.
“Kita bersahabat selamanya ya!” Hotaru membalas rangkulan Ryutaro dan mereka tertawa bersama.

Hari berikutnya..

Istirahat siang ini Ryutaro menyendiri di pinggir lapangan sepak bola dengan pikiran tak menentu. Ia menyukai Hotaru, sangat menyukainya. Tetapi gadis itu sulit ditebak, membuatnya ragu untuk menyatakan perasaannya. Setiap akan megatakannya, Hota selalu mengucapkan kata ‘sahabat’.

“Apakah hubunganku dengannya selamanya adalah sebagai sahabat? Dia hanya menganggapku sahabat, ne? Tidak bisakah yang lebih dari itu?” pikir Ryutaro.

“Ryu-chan?” panggil sebuah suara. Ryu menoleh dan mendapati seorang gadis berambut panjang bergelombang tengah berdiri di belakangnya. “Kanyon.” Sambut Ryutaro sembari tersenyum pada teman sekelasnya, Fukuda Kanon, yang biasa dipanggil Kanyon.

“Doushite?” tanya Kanon yang kemudian mengambil tempat disamping Ryu. Ryu hanya menggeleng lemah. Kanon terdiam sejenak.
“Hei, sebaiknya kau katakan saja pada Hotaru, daripada menyesal.” Kalimat yang baru saja tercelat dari mulut Kanon sontak membuat Ryu mendongakkan kepalanya kaget.
“Ayolah, semua orang tau kalau kau menyukainya.” Kata Kanon lagi.
“Heee??? Hontou??? Semua orang???” Ryutaro masih kaget. Kanon mengangguk dan tertawa.
“Kelihatan sekali dari caramu menatap dan memperlakukan Hotaru. Aku tau dia spesial bagimu.” Jelas Kanon.
“Souka, demo.. dia hanya menganggapku sebagai sahabat, tidak lebih..” kata Ryutaro masam.
“Apa itu? Kau kan belum mencobanya! Kenapa sudah menyerah duluan? Aku tak ingin kusebut pengecut kan?” protes Kanon.
Ryutaro terbelalak. Benar juga. Ia belum mencoba tapi sudah merasa kalah duluan, sama saja seperti pecundang.

“Aku akan mendukungmu.” Kanon menghibur. Ryutaro menatap Kanon dan tersenyum lega.
“Arigatou, Kanyon. Aku akan mengatakannya hari ini.” Kanon tersenyum mendengarnya dan memukul pelan pundak Ryutaro. “Nah, begitu dong!”
“Anoo.. bisakah kau membantuku berlatih mengatakannya?” pinta Ryutaro.
“Tentu saja. Ayo, anggap saja yang ada dihadapanmu ini adalh Hotaru.” Kanon mengiyakan.
“Baiklah. Anoo.. Hota-chan, aku ingin kau tau bahwa kau bagaikan..” kata-kata Ryu dipotong oleh Kanon.
“Jangan meggombal! Hotaru tidak suka laki-laki yang menggombal ne?”
“Ah, iya juga. Yosh! Hmm, Hota-chan.. sebenarnya dari dulu aku sudah menyukaimu, dan sekarang perasaan itu telah menjadi sebuah cinta.. Etto.. maukah kau menjadi pacarku?” Ryu mencoba sekali lagi.
Kanon tersenyum dan mengusap kepala Ryu sembari berkata, “Bagus, bagus..”

Saat pulang sekolah Ryutaro segera menemui Hotaru.

“Hota-chan, ada yang ingin kubicarakan..” kata Ryutaro sedikit gugup.
“Oh iya Ryu, hari ini aku pulang bersama temanku, kau pulanglah duluan, Fuma memanggilku.” Kata Hotaru cepat.
“Eh, tapi aku ingin mengatakan sesuatu..!” kata Ryutaro.
“Nanti aku akan meneleponmu, sudah dulu ya, jaa!” jawab Hotaru singkat yang kemudian segera berlari ke arah Fuma, teman sekelasnya.
Ryutaro cemberut dan mengikuti mereka berdua. Dari jendela koridor ia bisa melihat bahwa Fuma mengajak Hotaru ke taman belakang sekolah. Fuma tampak mengatakan sesuatu pada Hotaru, tetapi tak jelas apa. Entahlah, tetapi Ryu berpikir bahwa Fuma menembak Hota. Sesaat setelah Fuma bicara, Hota mengangguk dan lelaki itu langsung memeluknya.

Ryutaro yang melihat semua itu spontan mengepalkan tangannya dan memukul dinding di sampingnya.
“Siaaaal!!” jeritnya kesal.
“Ryu-chan? Ryu-chan doushite yo??” Kanon berlari menghampiri Ryutaro yang berteriak-teriak sendiri.
“Kanyon.. aku sudah gagal!!” jerit Ryutaro algi.
“Kau ditolak??” tanya Kanon kaget. Setahunya Hotaru juga menyukai Ryu.
“Secara tak langsung. Aku melihat Fuma menembak Hota dan sepertinya ia menerimanya! Aaah!” Ryutaro kembali memukul-mukulkan tangannya di tembok yang sama.

“Ryu-chan.. kau yakin Hota menerimanya?” tanya Kanon.

“Tentu saja, mereka berpelukan!” kata Ryutaro yang semakin kesal.
“Ryu-chan…” Kanon menatap Ryu dengan iba dan kemudian menepuk-nepuk pundaknya, berusaha menghibur.

“Aku sudah benar-benar gagal..” desis Ryutaro.
“Tidak, kau masih bisa melakukannya. Walaupun nantinya ia akan menolakmu, setidaknya beban yang ada padamu bisa sedikit berkurang, ne?” kata Kanon sembari tersenyum.
Ryutaro menatap Kanon yang sedang tersenyum. Begitu manis. Dan hal itu mengingatkannya pada senyuman Hota yang selalu bisa menyejukkan hatinya.

Perlahan Ryutaro membalas senyuman itu.

~suzuku~bersambung~to be continue~
hope u like it, nee~ :3

With My Little Sister

Title : With My Little Sister
Author : Ffe Marionette
Genre : General, romance, comedy
Cast : Arioka Daiki, Suzuka Hotaru, Morimoto Ryutaro

    Haha! Jangan salah ya! Saya memang pernah memakai nama Suzuka Hotaru di fanfic saya yang berjudul In The Rainy Days, tapi Hotaru disini lain. Mereka ‘orang yang sama namun jiwanya berbeda’, kayak di Tsubasa Reservoir sama xxxHolic gitu. Begitu juga Ryutaro, dia beda. Saya cinta Ryutaro *ga nyambung*
    Ya gitu deh. Ga mudeng? Makanya baca xxxHolic! Hahaha..

Ffe Marionette


With My Little Sister
Yo, namaku adalah Arioka Daiki, kakak dari Hotaru. Marga kami memang beda, tapi kami memang saudara kandung. Aku sih nurut aja sama yang bikin fanfic ini. Dia ngotot gamau ngerubah nama jadi Arioka Hotaru, katanya kerenan kalo Suzuka. Dasar author ga kreatip. Yasudah, kita abaikan saja si author itu. Lebih baik kalian dengerin curhatku tentang adik perempuanku yang sedang menginjak usia 14 tahun itu.
   
Sore itu sepulang sekolah, Hota kelihatan berseri-seri, aneh sekali karena dia biasanya judesnya minta ampun. Ketika kutanya, dia cuma menjawab, “Cinta itu indah” dan terus menerus tersenyum tanpa henti. Setelah makan malam, aku mampir ke kamarnya untuk mengobrol seperti biasanya.
    “Kamu gamau cerita ke niichan nih?” kataku membujuk.
    “Kan tadi udah bilang kalau aku habis ditembak cowok yang  aku sukai..” balas Hota santai.
    “Iya, tapi siapa?” tanyaku.
“Ga! Nanti pasti niichan ga setuju!” jawab Hota judes.
“Oh, gitu ya, sekarang main rahasia-rahasiaan sama niichan sendiri..” kataku kesal.
“..Beneran mau tau..? Enggak nyesel..?” kata Hotaru.
“Siapa..? Niichan janji ga bakal marah deh..” bujukku lagi.
“Itu lho.. Kakak kelasku di sekolah.. namanya Morimoto Ryutaro..” jawab Hotaru kemudian.
“Hah? Orangnya kayak apa?” tanyaku menyelidik.
“Kakkoi, pinter, jago nyanyi sama ngedance, dia juga bisa basket sama baseball. Lengkap deh!” jelas Hotaru sambil senyum-senyum.
“Ooh.. jadi sekarang kamu jadian sama dia ya..?” tanyaku sedih. Sekarang adikku bukanlah milikku lagi..
“Iyalaah! Ga kaya oniichan, ngejomblo terus! Cari cewek napa?” kata Hotaru dengan nada judesnya.
“Niichan kan mau fokus belajar dulu, nee.. Kamu kecil-kecil juga udah pacaran segala..” tukasku tak mau kalah.
“Emang niichan pernah belajar?” kata Hotaru santai. Ugh! Kena deh..
“Udah deh, niichan ga usah ikut campur masalah Hota!” kata Hota lagi sambil melotot padaku. Hah, anak satu ini..
“Yaudah.” Jawabku singkat dan kemudian keluar dari kamarnya. Anak itu judes banget sih, keturunan siapa lagi.. Aku kan cuma khawatir sama adikku, masa tidak boleh..? lagipula aku belum tau Ryutaro itu bagaimana sifatnya. Jangan-jangan dia cuma baik di hadapan Hotaru tapi nyatanya dia itu anak mesum yang kurang ajar dan ketua geng yakuza. Bisa saja kan? Huh, akan kuselidiki si Morimoto Ryutaro itu!

Hari berikutnya, Hotaru pergi kencan bersama Ryutaro. Karena khawatir, ya aku ikuti saja mereka. Ternyata mereka pergi makan siang dan ke taman bermain. Cih, Ryutaro terus-terusan tersenyum pada adikku. Memang dia pikir dia itu siapa hah? Ah, aku lupa kalau dia sekarang pacar Hotaru. Sial.
Membosankan, tidak ada yang mencurigakan dari anak itu. Dia mentraktir Hotaru dan bersikap ramah. Dia juga nggak kelihatan kayak ketua geng yakuza. Hmm.. mungkin Ryutaro memang anak yang baik. Eh, tunggu! Aku nggak akan termakan tipu muslihatmu, Morimoto!

“Tadaima..” kata Hotaru begitu memasuki rumah.
“Okaeri.. Gimana kencannya??” sambutku sambil berusaha menggoda Hotaru.
“Gitu deh. Kuharap niichan tadi nggak ngikutin aku waktu jalan sama Ryutaro.” Kata Hotaru dengan nada judes seperti biasanya.

DEG!

Wah, kata-katanya tepat sasaran..
“Hahaha, enggaklah, niichan ga mungkin ikutin kalian ke taman bermain tadi..” kataku berusaha tetap tenang.
Ah! Keceplosan, sialan!
“Hah..? Kayaknya tadi aku ga bilang kalau mau ke taman bermain deh.. jangan-jangan niichan memang..” kata Hotaru curiga.
“Bukan, niichan cuma nebak aja, biasanya orang-orang kalau kencan pergi kesana kan? Terus, di tas kamu ada hiasan yang cuma ada di taman bermain dekat sini, padahal tadi waktu berangkat benda itu enggak ada. Iya kan??” sergahku panjang lebar, semoga Hotaru percaya.
“Ooh, iya benar juga. Yaudah lah, enggak penting. Aku mau mandi dulu.” Kata Hotaru kemudian. Fiuhh… selamat..

Beberapa hari kemudian…

Sore itu Hotaru pulang telat dari sekolah dan ga ada kabar. Ada apa ya..? Biasanya dia selalu bilang kalau mau pulang telat. Aduh.. aku jadi khawatir.. Keitainya juga ga aktif lagi.. Eh, jangan-jangan adikku diapa-apain sama Ryutaro?! Hah, berani banget dia!!
 
Ceklek.
 
Bruak!!

“Hotaru!! Kamu kenapa sih?!” seru kaasan dari bawah. Tidak ada sahutan.
“Hotaru..?” panggilku ketika lihat dia naik tangga dengan wajah menunduk. Aku mengejarnya dan menghentikan langkahnya. “Ada apa..?” tanyaku panik. Hotaru mengangkat kepalanya dan bisa kulihat wajahnya bersemu merah. Dia menggelengkan kepalanya pelan dan masuk ke kamarnya.
Gawat. Jangan-jangan dia pulang telat gara-gara berbuat sama Ryutaro?!
Sialan dia…..!

“Hotaru, kamu kenapa??!” kataku kesal sambil menghampiri adikku yang duduk di samping ranjangnya. Enggak ada jawaban.

“Bilang dong sama niichan..” bujukku.

“Aku..” desisnya pelan. “Aku?” kataku menunggu lanjutan kalimatnya.

“Ryutaro…” desisnya lagi. Aku menahan napas.

“Cium..” desisnya lagi, amat pelan. Hah?

“Dia menciumku..” bisiknya tertahan. Cium? Mereka ciuman?? Umm.. yah, emang lebih baik daripada berbuat sih.. Tapi, tetap aja!!

“Terus?” tanyaku hati-hati.
“Terus apanya? Yaudah itu saja!” kata Hotaru bingung. Wajahnya merona merah dan kemudian gadis itu tersenyum malu. Senyuman tulus yang jarang kulihat. Aku sadar.. Hotaru benar-benar menyukai Ryutaro..

“Nani?” kata Hotaru yang risih karena kupandangi terus. Aku menggeleng dan tersenyum.
“Iie.” Jawabku sembari membelai lembut rambut adikku itu. Yah.. aku juga mulai sadar kalau Hotaru ga akan selamanya menjadi milikku. Aku pernah memikirkannya. Suatu saat Hotaru akan jatuh cinta dan kemudian menikah, meninggalkanku. Tapi yasudahlah, yang penting Hotaru bisa bahagia. Bocah bernama Ryutaro itu juga bisa bikin Hotaru tersenyum kayak gitu..

“Baik-baik sama Ryutaro ya..” bisikku dan kemudian mencium kening adikku.


Beberapa tahun kemudian..

“kamu masih sama Ryutaro??” tanyaku pada Hotaru.
“Iyalah! Hari ini aku juga bakal nikah sama dia, niichan!” jawab Hotaru seraya menjitak pelan kepalaku.
“Ahaha, bercanda..! Kalian awet ya, dari SMP sampai sekarang..” kataku nggak percaya sambil membantu Hotaru membenarkan gaunnya. Gaun pernikahannya.

“Iya dong. Niichan juga, cepet nikah sana!” tukas Hotaru.
“Enggak ah, belum ada yang cocok tau!” balasku. Tiba-tiba pintu terbuka dan Ryutaro masuk kedalam.

“Hei, Ryutaro!” sambut Hotaru bersemangat.
“Kau cantik sekali, Hotaru!” kata Ryutaro sembari mencium pipi adikku. Ya, hari ini Hotaru kelihatan cantik dengan gaun putihnya.
“Hei, Ryutaro..” panggilku pada calon suami adikku.
“Ada apa niisan?” jawabnya hangat seperti biasanya.
“Titip adikku ya..” kataku sambil tersenyum padanya. Bocah itu mengangguk dan balas tersenyum. “Tentu.” Katanya.

“Niichan..” kata Hotaru pelan. Dia menghampiriku dan kemudian memelukku.
“Kenapa?? Kamu takut mau nikah ya? Waduh, aku nggak percaya orang macam kamu bisa punya rasa takut!” ledekku. Aku menunggu balasan cubitan dari Hotaru, tapi aku tidak mendapatkannya.
“Niichan.. sampai kapanpun, aku akan tetap menjadi adik niichan..” desisnya tertahan.
Anak ini tau. Dia tau, daridulu. Kalau aku takut dia akan pergi meninggalkanku dan melupakanku sebagai kakaknya.
“Iya dong, selamanya kamu akan tetap jadi adikku.” Kataku sembari membelai puncak kepalanya lembut.
“Aku sayang niichan.” Kata Hotaru lagi.
“Niichan juga sayang Hotaru.” Balasku terharu. Sudah lama sekali, bahkan hampir tidak pernah Hotaru bilang sayang padaku. Ini seperti pertama kalinya. Aku bahagia.
“Ryutaro, Hotaru, sudah saatnya. Ayo.” Kata kaasan sembari membereskan tasnya.
“Iya.” Jawab mereka bersamaan.

“Hotaruu!!” seru seorang gadis. Siapa dia? Teman Hotaru? Aku kok tidak pernah lihat dia ya? Gadis dengan mini dress merah yang sangat cocok dengan tubuhnya..
“Ah, kau datang! Terima kasih ya!” sambut Hotaru berseri.
“Tentu saja. Ryutaro, kau harus jaga Hotaru baik-baik!” kata gadis itu lagi. Ryutaro tertawa dan mengangguk pasti.
“Oh iya, Miyabi-chan, ini kakakku. Kalian belum pernah bertemu kan?” kata Hotaru kemudian. Oh, jadi namanya Miyabi?
“Niichan, kenalkan, ini kakak kelasku waktu SMA.” Kata Hotaru lagi.
“Eh, ah.. iya, umm.. Arioka Daiki desu.” Kataku sedikit gugup.
“Maria Ozawa desu.. eh.. Arioka..? Marga kalian beda?” kata gadis bernama Miyabi itu heran. Heh? Maria Ozawa? Kok jadi Miyabi??

“Kami saudara kandung kok. Ibu kami bernama Okurimono Amai dan ayah kami Okamoto Keito. Keluarga kami memang nggak begitu memikirkan marga. Kita sih cuma nurut aja sama authornya. Yah.. dasar author gajelas jadinya gini deh..” jelasku panjang lebar.

“Kamu sendiri kenapa Maria Ozawa bisa jadi Miyabi?? Masih mending nama panggilannya Miyabi, nama lengkapnya Natsukawa Miyabi. Lah ini??” tanyaku ikut heran.
“Suka-suka dong..” jawab Miyabi singkat. -__-’’

“O-oke deh.. umm.. boleh kupanggil Miya-chan??” tanyaku iseng.    
Gadis itu tersenyum lebar dan mengangguk, “Iya! Kamu kupanggil Dai-chan ya?”
    Aku balas tersenyum dan berkata, “Seribu yen!”
Miyabi memukul pelan lenganku dan tertawa.
   
Gadis ini manis juga..
   
Tiba-tiba kurasakan Hotaru menyenggol pelan sikuku dan mengedipkan sebelah matanya.
    “Apaan sih??” desisku bingung.
    “Takdirmu akan segera dimulai.” Bisik Hotaru misterius.
Ih, aku paling nggak tahan lihat devil smilenya Hotaru..


    “Ayo lemparkan bunganyaa..!!” seru orang-orang. Apaan sih, cuma lempar bunga juga?? Ribut sekali sih..
    “Siap, satu.. dua.. tiga! Hup!” Hotaru melemparkan buket bunganya. Wah,wah, kenapa kearahku sih?!
     
HUP!

    “Eh..” aku menangkapnya.. dan bersamaan dengan Miyabi yang ternyata ada disebelahku daritadi!
   
“Sudah kubilang kan, niichan..?” kata Hotaru sembari tersenyum lebar.
“Kurestui kok!” katanya lagi. Heh? Apa-apaan dia? Jadi dia sengaja?? Dasar anak itu…………
   
“Wah,wah.. kita berdua dapat bunganya nih..!” kata Miyabi sambil tersenyum.. manis.
   
“Eh.. iya..” jawabku salah tingkah. Hmm.. apa setelah ini aku harus berterimakasih pada Hotaru ya..? :p

~(mungkin)THE END~







comment are love~

Ffe Marionette

Dear My Brothers

Title : Dear My Brothers
Author : Ffe Marionette aka Suzuka Hotaru
Genre : Family
Cast : Morimoto Natsune, Morimoto Shintaro, Morimoto Ryutaro
Summary : baca aja sendiri deh, saya males mau ngeringkasnya #PLAK


    Semuanya, perkenalkan. Namaku adalah Morimoto Natsune, adik dari Morimoto Ryutaro dan Morimoto Shintaro. Kalian pasti mengenalnya bukan? Mereka adalah aktor dan penyanyi terkenal di Jepang. Tidak perlu kuceritakan lebih rinci lagi, pasti kalian sudah tau. Ya, itulah mereka.

Selama ini aku dikenal sebagai ‘adik dari The Morimoto Brothers’. Dan memang itulah kenyataannya. Di sekolahku juga begitu.
Tak jarang ada beberapa anak yang bertanya-tanya soal kedua niichanku. Bangga memang.

“Oh, jadi kamu adiknya Ryu dan Shin ya?”
“Waah.. kamu mirip sekali dengan kakak-kakakmu!”

Tentu saja, aku kan adiknya, sudah pasti mirip.

Aku akan bercerita tentang keseharianku bersama kedua niichanku. Simak baik-baik ya.

Ryu-nii diterima di Johnny’s Entertainment sekitar 5 tahun yang lalu, kemudian disusul oleh Shin-nii. Mereka selalu sibuk dengan pekerjaan mereka, kadang sampai tak pulang juga.
Aku khawatir pada mereka, tapi ketika kutanya mereka selalu menjawabnya dengan tersenyum dan berkata, “Daijobu.” Aku jadi sedikit lega.

Aku memang bangga pada mereka, tapi.. aku merasa sedikit kesal.
Bukan iri, tapi aku kesal karena waktuku bersama mereka jadi berkurang. Hei, aku juga ingin bermain dengan niichanku..

Tiap pagi bisa kudengar teriakan-teriakan Ryu-nii yang kesal karena Shin-nii memaksanya untuk bangun. Aku pernah ikut Shin-nii menjahili Ryu-nii sih, tapi itu menyenangkan sekali.

Ketika aku pulang sekolah, tidak jarang kedua niichanku belum ada dirumah. Mereka pasti sibuk.
Apa mereka sudah makan ya? Semoga mereka baik-baik saja. Aku percaya pada mereka.
Di rumah, aku hanya bermain sendirian bersama Chi, anjing kami karena Ryu-nii melarang siapapun terlebih Shintaro menyentuh Saburou, hamster kesayangannya.
Hmm, mungkin hanya okaasan yang diijinkan?

Kesepian? Sudah tentu.
Tapi apa boleh buat, dijalani saja.
Rasa itu sedikit berkurang ketika mengingat bahwa saat mereka pulang nanti pasti mereka tersenyum dan berkata bahwa mereka rindu padaku.

Suatu hari Shin-nii masuk ke kamar Ryu-nii tanpa ijin dan membuat Ryu-nii kesal. Lagi-lagi mereka bertengkar. Hal itu sudah biasa bagiku. Tetapi, rasanya aku sedikit iri pada kedekatan mereka. Mereka selalu berkelahi, tapi bukankah itu yang menunjukkan kedekatan mereka?

Eh, bukannya aku ingin berkelahi dengan mereka lho..

“Natsune, sini, ikut niichan main.” Tiba-tiba Shin-nii melambai dan tersenyum padaku.
“Ah, Natsune, sini, sama niichan.” Ryu-nii ikut tersenyum padaku.
"Apaan sih, Natsune itu adikku tau!" protes Shin-nii.
"Tapi Natsune milikku! Menjauhlah dari Natsune ku!" Ryu-nii tak mau kalah.
Ah, mereka mulai bertengkar lagi.
"Kau saja yang menjauh! Natsune, ayo sama niichan saja!" kata Shin-nii sambil mencubit lengan Ryu-nii.

Aku berlari kecil dengan semangat dan memeluk mereka. Aku senang. Aku bahagia. Aku bersyukur karena mereka tak pernah melupakanku. Aku akan selalu mencintai mereka. Dan mereka pasti juga akan selalu mencintaiku.

Sampai kapanpun, kita bertiga tetap menjadi saudara, ne?

Dear my brothers,
 Thanks for all! I love U ! ^^

Natsune.


~owari~


Author    :
Pendek ya? Emang. Yaudahlah. Lagi nggak ada ide tapi pengen nulis cerita, jadi dipaksain gini deh, :p hahaha
Agak wagu? Iya juga. Yaudahlah. Saya juga cuma menulis kata-kata yang terlintas di otak saya saja kok.